Kota Surakarta
1745 : Gelaran tarian Bedaya Serimpi disertai alunan gamelan yang menandai perpindahan kerajaan Mataram dari Kartasura ke Surakata
1886: Tarian Bedaya Bayadères menjadi bagian dari prosesi penyambutan Duc de Penthiève-Orléans dari Paris yang mengunjungi Kota Surakarta
1889: Empat penari dari Kota Surakarta mengadakan pertunjukan di Eiffel Tower
1896-1981: Pada awalnya seni pertunjukan tumbuh di lingkaran keluarga kerajaan pada masa Mangkunegara VI. Saat terjadi krisis keuangan, para seniman keraton dipensiunkan karena Pura Mangkunegaran tidak mampu lagi membiayai. Mereka kemudian berinisiatif membentuk kelompok seni untuk melakukan pementasan di kampung-kampung, sekaligus menandai dibukanya seni pertunjukan untuk khalayak umum. Peluang bisnis dalam bidang seni pertunjukan dibaca oleh seorang pengusaha keturunan Tionghoa bernama Gan Kam, dengan merekrut para seniman pensiunan keraton untuk menggelar pementasan seperti opera barat dengan menarik bayaran dari penonton, hingga mulai diorganisasi secara profesional dalam bentuk Wayang Orang sejak tahun 1910.